Wednesday, October 17, 2018

Merencanakan Liburan Akhir Tahun Bersama Keluarga

October 17, 2018 0 Comments


"Sekolah itu capek ya buk, dari pagi sampai siang cuma duduk aja, nulis, ngerjain tugas, ngerjain soal, aku bosan, pengin liburan, jalan-jalan." Gerutu Si Sulung hari itu.
"Kemarin kan kamu udah ikut kegiatan renang dengan teman-teman sekolah, Nak."
"Iya tapi masa sih cuma berenang aja, aku pengin liburan ke mana gitu, yang agak jauhan dikit, yang nginepnya di hotel yang ada kolam renangnya, kan asik bisa berenang terus."

Sambil mencuci piring aku dengerin aja tuh, rengekan Si Sulung yang pengin liburan. Kelihatannya dia memang sudah berada di titik jenuh, makanya beberapa hari ini seperti kurang bersemangat pergi ke sekolah, padahal ini masih bulan oktober dan liburan akhir tahun masih 2 bulan lagi.  Tapi anak-anakku sudah ngitung hari aja nunggu liburan datang. Emaknya jadi garuk-garuk rambut yang nggak gatal.

Malamnya, aku sama suami pun jadi lanjut ngobrolin soal liburan akhir tahun ini. Kira-kira ke mana ya, liburan kali ini? 2 tahun yang lalu udah ngajak mereka ke Bandung selama semingu, terus 2 bulan yang lalu ke Jakarta. Akhir tahun ini enaknya ke mana ya. Pengennya sih ke Bandung lagi, tapi kok bolak balik aja di situ ya. Sebenaranya kalau ke Bandung si nggak perlu terlalu pusing karena kita ada saudara di sana. Masalah transportasi dan akomodasi nggak terlalu jadi pikiran.

Coba baca ini juga : Liburan Seru di Bandung

Ke Bandung, ke Semarang, ke Jakarta udah semua.  Ke Jogja kayaknya cocok nih, tapi kelihatannya Pak Suami kurang semangat menyambangi kota ini. Tiba-tiba, aku kepikiran sama Bali. Kemarin baru ngeliat postingan temen di Instagram yang asik liburan keluarga di Bali. Kayaknya destinasi wisata ini bisa dijajal bareng anak-anak. mengingat anak-anak kan sudah besar. Kalau dulu waktu mereka masih kecil, aku memang nggak pernah kepikiran untuk mengajak mereka pergi-pergi ke tempat yang jauh. Aku orangnya nggak suka repot. Tapi kalau sekarang mereka sudah besar mungkin akan beda ceritanya.

Bicara tentang Bali, tempat ini memang selalu menarik untuk dijadikan destinasi liburan. Keindahan alam dan keramahan penduduknya membuat banyak orang selalu bermimpi dan bermimpi lagi untuk bisa ke sana. Kelestarian budayanya yang selalu dijaga, tak pernah lekang meski banyak wisatawan atau turis asing keluar masuk.

Sebenarnya, Bali bukanlah tempat yang belum pernah kami kunjungi, beberapa tahun yang lalu aku pernah berlibur ke sana selama 5 hari. Suami pun pernah beberapa bulan tinggal di sana bersama teman-temannya semasa muda dulu. Tapi itu semua sudah lama sekali. Pastilah sudah banyak perubahan di sana sini. Aku tanya sama Pak Suami, kira-kira ke tempat wisata mana aja ya kalau kita liburan ke Bali. Saran Pak Suami sih ke Kabupaten Badung, karena dulu suami pernah tinggal di Kabupaten itu selama di Bali, jadi sedikit banyak dia udah hafal daerah itu. Mungkin bisa juga sekalian bernostalgia ya.


Photo by balitoursclub.net
Setelah berdiskusi empat mata dengan suami selama beberapa jam, mantaplah kami untuk pergi ke Bali dengan tujuan Kabupaten Badung. Supaya rencana liburan ini sukses dan nggak berantakan, pastinya aku dan suami harus menyiapkan segala sesuatunya, mulai dari membuat itinerary atau rencana perjalanan, memilih akomodasi dan hal-hal lainnya untuk kelancaran acara liburan.

Nah, karena saya perginya bareng keluarga, dan liburannya sampai beberapa hari, yang mesti jadi perhatian lebih dulu adalah akomodasi selama di sana, nggak mungkin kan ya pergi ke bali dalam sehari atau dua hari, minimal 3 sampai 5 harian include perjalanan. Untuk itu kita pasti butuh tempat menginap. Kalau bisa sih yang murah aja ya mengingat budget yang terlalu besar. Kalau cari hotel atau tempat menginap yang mahal pasti banyak ya, tapi kasihan dompetku ini, bisa jebol nanti. Yang penting murah tapi nyaman, demi kelangsungan hidup hari-hari selanjutnya. ha ha..

Enaknya gimana ya, mencari tiket menginap di hotel dengan biaya lebih murah?
Coba googling, melototin perbandingan harga antara satu hotel dengan hotel lainnya. Sampe mata ini sepet belum juga ketemu yang pas. Akhirnya ketemulah salah satu jasa penyedia layanan pemesanan  hotel yang lebih murah yaitu Traveloka.


Layanan pemesanan hotel lewat Traveloka ini bisa dilakukan di manapun, kapanpun asal ada koneksi internet. Selain lebih murah, bebas biaya transaksi, pilihan hotelnya juga sangat banyak dan beragam.  Keuntungan lainnya memesan tiket di Traveloka ini adalah sistem pembayarannya yang mudah, bisa lewat ATM, Kartu Kredit maupun Internet Banking.

Daaan...fix, akupun memesan hotel lewat Hotel Traveloka



Masalah akomodasi sudah selesai, tinggal memikirkan moda transportasi buat ke sana. Meski masih dua bulan lagi, liburan bareng anak-anak itu perlu dipikirkan jauh-jauh hari dan dipersiapkan matang-matang biar kita nggak repot nantinya. Tahu sendiri kan, anak-anak kadang nggak bisa ditebak maunya apa. Kalau ada yang kurang nyaman kan bisa jadi mereka rewel dan minta pulang. hadeeh...bisa nyungsep-nyungsep nanti Emaknya.

Buat yang udah merencanakan liburan akhir tahun ini bareng keluarga, cobain deh, booking hotelnya melalui  Hotel Traveloka.





Friday, October 12, 2018

REVIEW : Qeza Facial Wash Normal Green

October 12, 2018 0 Comments

[REVIEW] QEZA FACIAL WASH GREEN TEA,BIKIN WAJAH KAMU BERSIH DAN CERAH ALAMI
Akhir-akhir ini aku sering mengeluhkan kulit wajahku yang kusam dan kasar. Rutinitas dan kesibukan dalam pekerjaan kadang membuat aku lupa untuk merawat kulit. Paparan sinar matahari di musim kemarau ini juga membuat kulit jadi terlihat lebih gelap. Debu dan kotoran yang menempel pun bisa menyumbat pori-pori kulit sehingga muncul jerawat di sana sini.

Untunglah dua minggu yang lalu aku diperkenalkan dengan facial wash Green Tea dari Qeza. Kebetulan sabun wajahku udah mau habis, jadi langsung saja aku coba produk ini. Sebelum aku pakai, untuk lebih yakinnya, aku lihat-lihat dulu ingredientnya.

Qeza Facial Wash Green Tea adalah sabun wajah dengan kandungan green tea dan ekstrak whittening.  Green tea berkhasiat mengontrol minyak berlebih, membersihkan pori-pori yang tersumbat oleh kotoran, debu dan sisa make up. Selain itu gree tea juga mampu mencerahkan kulit yang kusam sekaligus mampu melembabkan.

Produk ini dikemas dalam bentuk botol kaca bening hingga terlihat jelas cairan di dalamnya.Volumenya 100 ml. Botol ini dilengkapi dengan tutup yang bisa di tekan salah satu sisinya. Sabunnya berupa gel bening dengan aroma wangi yang segar dan  tidak terlalu menyengat. Wanginya juga tidak bertahan lama, ini menandakan kalau produk ini tidak menngunakan bahan kimia terlalu banyak.

Cara Pemakaian :
Seperti kebanyakan facial wash pada umumnya, untuk menggunakan produk ini, cukup tuang sedikit saja cairan sabun ini ke telapak tangan, kemudian gosok perlahan pada kulit wajah. Pijat-pijat sebentar, kemudian bilas dengan air. Teksturnya lembut sekali, sedikit saja sudah cukup untuk membersihkan seluruh wajah,

Sudah dua minggu aku memakai Qeza Facial Wash Green Tea ini, tidak ada rasa perih, tidak ada alergi ataupun gatal-gatal, malahan pori-poriku sekarang lebih mengecil, wajah terlihat lebih cerah alami. Jadi enggak ragu lagi buat aku untuk meneruskan memakai produk ini. Apalagi produk ini halal dan aman. 






Kalau kamu tertarik mencoba produk ini, kamu bisa memesan di :

Monday, September 10, 2018

Diklatku Kali Ini

September 10, 2018 0 Comments

Pagi itu aku dapat sms dari seorang teman yang mengabarkan bahwa aku harus menghadap Bu Nurul Dikmad di Kemenag kota untuk mengisi biodata peserta diklat. Siang itu juga aku harus menemui beliau, sesegera mungkin.
"Sepertinya aku diharuskan mengikuti diklat nih", gumamku dalam hati.  Sudah lama sekali aku tidak mengikuti diklat-diklat yang diadakan di luar kota, teman-teman yang lain sudah dapat giliran, sekarang saatnya tiba giliranku yang harus berangkat, dan aku nggak bisa menolak.

Kalau boleh memilih, sebenarnya aku lebih suka mengikuti diklat di kota sendiri, secara kalau di kota sendiri kan aku masih bisa tidur di rumah, nggak lama-lama ninggalin rumah. Kalau diklat luar kota, huh...,banyak hal yang harus disiapkan, yaah...siap fisik dan mental deh pokoknya.

"Hhh..." aku menghela nafas perlahan.Aku harus segera mempersiapkan semuanya, karena cuma ada waktu 2 hari sejak surat tugas itu kuterima.

Apa saja sih yang harus disiapkan untuk diklat kali ini?

1. Keberangkatan

Ketika kita mendapat surat tugas diklat, biasanya di dalam surat itu tertulis tempat di mana diklat itu akan dilaksanakan dan kapan jadwal check in dan registrasi. Sebelum hari keberangkatan tiba, alangkah baiknya jika kita memikirkan moda transportasi yang akan kita gunakan, apakah menggunakan mobil pribadi, travel, bus atau kereta. Jika bawaan kita cukup banyak, pilihan transportasi yang bisa mengantarkan kita sampai ke tempat tujuan (tempat kita menginap) mungkin akan lebih baik. Karena kita nggak perlu pindah-pindah kendaraan sambil angkat-angkat koper, ini akan sangat melelahkan. Kali ini aku memilih berangkat menggunakan jasa travel. Kebetulan ada teman satu kota yang berangkat diklat bersama. Dan ternyata dalam satu mobil ini ada 5 orang termasuk aku yang berangkat ke Balai Diklat yang sama. Jadi hemat waktu deh, nggak harus muter-muter dulu nganterin penumpang yang beda tujuan.

2. Buat Ceklist Barang-barang yang akan di bawa.

Dua hari sebelum keberangkatan cukuplah untuk mempersiapkan semuanya. Barang wajib yang harus dibawa saat diklat adalah laptop, pakaian atau seragam yang sudah ditentukan (kali ini ada seragam hitam putih, batik, pakaian olahraga dan korpri), sepatu, perlengkapan shalat, peralatan mandi, hanger, dan lain-lain. Pastikan semua barang sudah tertulis, kalau nggak gitu biasanya ada aja yang ketinggalan, apalagi kalau ngelistnya mendadak.


3. Koper atau Travel Bag.

Sebelum packing barang-barang yang akan dibawa diklat, pertimbangkan dulu berapa lama diklat itu dilaksanakan, seminggu, dua minggu atau sebulan. Sesuaikan ukuran tas atau koper dengan jumlah barang yang akan di bawa, kalau bisa jangan sampai kita membawa tas kecil dalam jumlah banyak karena itu akan merepotkan kita membawanya. Dan karena diklat kali ini sampai satu minggu, jadi aku pilih koper dengan roda untuk membawa semua barang-barangku.

Ternyata bawaanku kali ini cukup banyak, sampai koper segede itu rasanya nggak muat juga, padahal aku sudah mengikuti tips packing ala ala Marie Kondo alias Konmari. Tapi tetep aja namanya perempuan, kalau pergi-pergi maunya dibawa semua. ha ha.

Ini dia packing ala aku dan ala Marie Kondo, udah mirip kan?  (awas ada yang ketawa jahat...)


Nah, kalau ketiga hal ini sudah disiapkan, tinggal berangkat deh, nggak perlu khawatir ada yang ketinggalan. Detik-detik menjelang keberangkatan, rasanya beraat banget, sedih mak...seminggu harus ninggalin rumah. Tak lupa pamit sama anak-anak, sungkem sama suami minta didoakan semuanya lancar, yang di rumah juga baik-baik.

Tiga jam perjalanan, sampailah aku di Balai Diklat Keagamaan Semarang. Suasananya masih sama seperti terakhir kali diklat di sana, 8 tahun yang lalu, beberapa sisi sudah ada perubahan tapi nggak banyak.

Sampai di ruang registrasi masih agak sepi, hanya ada beberapa orang yang sudah di situ. Setelah registrasi peserta dan dapat nomor kamar, akupun menuju ke gedung tempat menginap, kali ini aku dapat tempat di Gedung D kamar nomor 8. Beruntungnya aku dapat kamar ini, karena kamar ini ada di lantai dasar, jadi nggak capek buatku mondar-mandir ke kelas dan ke tempat makan, kalau di lantai atas, alamaak. ..nggak kuat buat lutut emak-emak kayak aku ni.., dan kebetulan kamarku juga dekat dengan tempat makan, pas di depan kamar, begitu buka pintu lagsung deh ketemu meja makan.

Begitu sampai di depan kamar, masuklah aku ke dalam dan kebetulan sudah ada teman yang datang duluan, ternyata teman sekamarku ini adalah orang yang aku temui tadi di ruang registrasi. Setelah kenalan, basa basi nanya ini itu, cairlah suasana yang kaku pada awalnya. Nggak butuh waktu lama, kamipun sudah langsung akrab, my roommate ini enakan orangnya, namanya Atikah, Guru MTs N Grobogan, tapi dia asli Demak. Karena dia lebih muda dari aku, jadi kupanggil saja dia"Tik", biar lebih akrab, nggak pake "Mba" atau "Buk".

Hari-hari pun kulalui bersama my roommate. Mau tahu apa saja kegiatanku selama seminggu di Balai Diklat? Pantengin video ini ya...




Sekian dulu ya ceritaku kali ini, mudah-mudahan nggak bosan dan jangan sungkan-sungkan untuk bertanya atau memberi komentar. Tapi yang sopan ya, kita kan ingin membiasakan bersosial media dengan bijak. Setuju??  Buat my roommate di Grobogan, apa kabarmu di sana? Semoga baik-baik saja.




Saturday, July 28, 2018

Keseruan Menikmati Tubing di Desa Wisata Pandansari Batang

July 28, 2018 0 Comments

Menikmati wisata sambil bermain air?
Pasti asik dan seru ya...? 
Nggak hanya anak-anak saja yang suka, orang dewasa pun menyukainya. Dengan lokasi yang jauh dari hiruk pikuk kemacetan lalu lintas kota. Jauh dari pengapnya udara kotor penuh asap, sepertinya bisa jadi referensi liburan kita. Bermain di alam bebas, menikmati desa yang asri dengan sawah terhampar dan gemrick air sungai yang bening. Rasanya seluruh lelah dan penat luruh seketika begitu melihat hijau pepohonan dan gemericik air. Bagi orang yang tinggal di desa, pemadangan seperti ini mungkin sudah biasa, tapi bagi orang yang tinggal di kota, wisata pedesaan bisa jadi alternatif liburan yang perlu dicoba.
 
Buat kamu yang tinggal di kabupaten Batang  mungkin sudah tidak asing dengan nama Deswita Pandansari, tapi buat yang dari daerah lain bisa saja baru mendengar namanya. Deswita Pandansari merupakan sebuah desa di kecamatan Warung Asem Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Desa yang berjarak kira-kira 15 km sebelah barat alun-alun kabupaten Batang ini menawarkan konsep wisata pedesaan dengan memanfaat  sungai dan saluran irigasi. Desa wisata ini mulai diperkenalkan sekitar tahun 2014 oleh sekelompok pemuda yang tergabung dalam Komunitas Pecinta Alam Enak Tentrem Ora Mendem atau disingkat “Kopal Etom”. Mereka mulai mengenalkan  potensi wisata didesanya melalui media sosial. Tak heran jika ada peningkatan wisatawan yang datang setiap tahunnya. Tak hanya dari daerah sekitarnya, dari luar kota pun sudah mulai berdatangan ke desa wisata ini.

Seperti beberapa hari yang lalu,  saya pun berkesempatan menjejak desa wisata ini, bersama dewan guru dan siswa baru dari sekolah tempat saya mengajar.  Masa Orientasi Siswa Baru di sekolah kami diisi dengan acara camping, outbound dan tubing. Acara berlangsung selama 1 hari satu malam. Anak-anak kelihatan sangat menikmati acara ini dan mereka tak bosan-bosannya bermain air. Selain puas bermain air mereka juga menjajal permainan seru di arena outbound

Meski terbilang masih baru, desa wisata ini menawarkan beberapa fasilitas yang menarik dengan biaya terjangkau. 

Apa saja sih fasilitas yang ditawarkan di desa wisata ini?

1. Camping Ground.


Kalau ingin merasakan sensasi menginap di alam bebas bisa coba fasilitas ini, nggak perlu repot bawa tenda dan perlengkapan memasak, karena di camping ground ini, pengelola sudah menyediakan tenda dan makan sehari 3x. Fasilitas MCK juga sudah ada, bahkan di sekitar area camping pun terdapat saluran air yang bersih. Yang nggak kalah asik lagi, di area ini juga disediakan spot wifi. Jadi kamu bisa upload foto-foto kegiatan kamu langsung dengan memanfaatkan spot wifi yang ada.

2. RiverTubing  

Keseruan kamu semakin lengkap dengan kegiatan tubing sepanjang 4 km menyusuri sungai. Nggak perlu takut dengan keamanannya, karena yang pasti ada pemandu yang siap membantu dan mendampingi perjalanan tubingmu. Wahana tubing ini juga sangat aman buat yang baru pertama kali mencoba tubing karena arusya nggak seekstrem wahana tubing di sungai-sungai deras dan berbatu.  Asiknya lagi, kamu bisa mendokumentasikan keseruan tubingmu, karena ada tukang foto yang siap mengambil gambar selama perjalanan menyusuri sungai. Ekspresi-ekspresi menarik akan tampak di foto tanpa kamu menyadarinya. 




3. Out Bound Fun Game

Ada beberapa permainan seru yang bisa dimainkan bersama teman-teman untuk melatih kerjasama dan kekompakan. Didampingi oleh mas-mas dan mbak-mbak yang ramah yang akan memandu jalannya permainan kamu.





Selain fasilitas wisata yang sudah disebutkan tadi, ada satu permainan seru yang kami lakukan di sana yaitu meluncur di saluran irigasi. Sambil mengantri giliran untuk tubing, kami mencoba bermain seluncuran di saluran irigasi yang airnya cukup bersih dan deras. Tanpa perlu ban besar dan pelampung, kami bisa meluncur mengikuti arus tanpa tenggelam. Seperti yang bisa kamu lihat di video berikut:



Oh iya, untuk informasi lebih lanjut tentang wisata ini kamu bisa lihat di sini :

Info Desa Wisata Pandansari

Linknya emang nggak biru ya...bawaan templatenya, tapi bisa diklik kok

Monday, June 11, 2018

Banjir Rob yang Melanda Kotaku, Mengapa ini terjadi...?

June 11, 2018 0 Comments

Di bulan Ramadlan yang penuh berkah ini, kami warga Pekalongan sedang diberi ujian besar.  Banjir rob yang melanda pesisir utara Pekalongan telah merendam banyak rumah. Ribuan orang harus kehilangan harta benda bahkan rumah yang sudah bertahun-tahun ditinggali, terpaksa harus ditinggalkan untuk mengungsi dan menghindari banjir rob yang tak kunjung surut selama beberapa hari ini.

Meninggalkan rumah dan harta benda yang dimiliki adalah sesuatu yang sangat berat bagi kita, warga yang terdampak rob. Apalagi ujian ini datang di bulan Ramadlan, bulan yang dinanti-nanti banyak orang untuk bisa lebih banyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa, Masjid tempat mereka biasa melaksanakan shalat taraweh pun terendam oleh air rob. Mereka pun terpaksa berbuka dan sahur di pengungsian, sungguh ini adalah ujian besar bagi mereka. Semoga mereka diberi kekuatan dan kesabaran.

Sebenarnya banjir rob ini bukanlah kali pertama yang terjadi di pesisir utara Pekalongan, di hari-hari tertentu pun daerah ini sering kedatangan banjir rob, hanya tidak sebesar banjir rob kali ini. Sebelumya banjir rob yang datang hanya menimpa daerah-daerah yang dekat bibir pantai, tapi kali ini sudah meluas hingga jarak yang jauh dari pantai. Tidak hanya di Pekalongan, banjir rob ini juga sudah terjadi di daerah lain di pesisir utara pulau Jawa seperti Semarang, Demak, tegal, Indramayu, juga Jakarta.

Saya jadi berpikir, mengapa banjir rob kali ini lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya? Sebenarnya apa yang menyebabkan banjir rob ini terjadi?

Semua ujian yang datang memang sudah atas kehendak Yang Maha Kuasa, namun jika kita mau menyadari, ada sebab di balik setiap musibah yang terjadi



Mengapa Terjadi Banjir Rob?

Menurut beberapa sumber yang saya baca dan pernah saya pelajari dulu, banjir rob ini disebabkan oleh beberapa hal. Mohon maaf jika ada salah tolong dikoreksi ya...
Beberapa penyebab terjadinya banjir rob in antara lain :

Pertama, Pemanasan Global atau yang dikenal dengan Global Warming, meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi ini menyebabkan salju di daerah kutub mencair, bisa dibayangkan gak sih, bagaimana jika salju seluas kutub utara dan selatan ini mencair dan memenuhi lautan? Hal ini yang menyebabkan naiknya air laut. Maka tak heran jika banyak daerah di pesisir pantai mulai terendam air laut. Bahkan diperkirakan, jika hal ini terus terjadi, akan ada pulau-pulau yang hilang tenggelam

Kedua, Maraknya penebangan hutan, kita semua mungkin sudah tahu ya kalau keberadaan hutan ini sangat penting buat kehidupan.  Hutan menyediakan oksigen dari hasil fotosintesis tumbuh-tumbuhan,  juga mampu menyimpan air tanah sehingga mencegah terjadinya banjir. Penebangan hutan secara besar-besaran akan menyebabkan tanah kehilangan pegangan pada akar-akar tumbuhan sehingga longsor pun tak bisa dihindari. Penggundulan hutan ini menyebabkan air hujan tak bisa diserap, dan ketika curah hujan sangat tinggi, air langsung mengalir ke sungai dan akhirnya ke laut.

Ketiga, Kebiasaan membuang sampah di sungai. Sampah-sampah yang dibuang ke sungai, secara tidak langsung menyebabkan banjir rob. Tumpukan sampah ini akan mengakibatkan pendangkalan sungai-sungai sehingga ketika terjadi pasang, sungai-sungai di sekitar tak mampu menampung luapan air laut tersebut.

Keempat, Pemanfaatan air tanah secara berlebihan. Apa sih, kaitannya antara pemanfaatan air tanah secara berlebihan dengan banjir rob? Menurut para ahli, pengambilan air tanah secara berlebihan, terutama di daerah sekitar pantai akan menyebabkan turunnya lapisan tanah. Jika lapisan tanah ini turun, akan mudah sekali terjadi banjir rob di daerah tersebut karena daratan menjadi lebih rendah dari pada laut.

Kelima, Reklamasi pantai atau pengurukan laut untuk dijadikan daratan. Di beberapa daerah, terutama di negara-negara maju, mengubah lautan menjadi daratan sudah banyak dilakukan. Pengurukan laut ini otomatis menyebabkan air laut beralih ke wilayah daratan lain yang lebih rendah.

Bagaimana Mengatasi Banjir Rob ini?

Setelah melihat beberapa penyebab terjadinya banjir rob ini, tentunya dibutuhkan keterlibatan banyak pihak untuk mengatasinya, kita tidak bisa menyerahkan sepenuhnya kepada pihak tertentu untuk mengatasi semua ini. Dibutuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan alam sekitar. Bisa dimulai dari hal-hal kecil seperti, tidak membuang sampah di sungai, menjaga kelestarian hutan, dan menghemat air. Hal-hal kecil semacam ini bisa dimulai dari diri sendiri. Kita tidak bisa mengharapkan orang lain melakukannya jika kita sendiri belum bisa memberikan contoh. 
Seandainya setiap orang bisa melakukan hal-hal kecil ini, dari sekian juta penduduk yang ada, akan memberikan pengaruh yang signifikan  bagi perbaikan lingkungan.

Buat siapa saja yang membaca tulisan ini, kami mohonkan do'anya  semoga banjir rob di kota kami khususnya dan juga di daerah-daerah lain segera bisa di atasi. 


.

Thursday, May 24, 2018

Menjadi Guru untuk Kids Zaman Now

May 24, 2018 0 Comments

Kids Zaman Now, istilah ini sudah tidak asing lagi di telinga kita.  Saya sering mendengar istiIah ini berseliweran di timeline media sosial.  Entah siapa yang pertama kali mempopulerkan istilah ini, tahu-tahu istilah ini menjadi sangat viral dan hampir semua orang baik anak-anak maupun orang dewasa sangat  fasih mengucapkannya. Bahkan bagi anak-anak zaman sekarang, mereka sangat bangga menyebut dirinya sebagai kids zaman now.

Tingkah polah Kids Zaman Now ini memang sangat berbeda dengan anak zaman saya dulu yang lahir di era 70 an. Bagi kita sebagai anak jadul,tingkah polah Kids Zaman Now ini yang dianggap aneh dan kadang keterlaluan, membuat kita ingin mengelus dada tapi sekaligus tertawa. Bagaimana tidak, sikap yang bagi anak zaman dulu dianggap tidak sopan, tapi bagi kids zaman now dianggap sebuah kewajaran dan bahkan mereka menyebutnya kekinian.  Sebagai contoh, Jika murid zaman dulu takut untuk berpacaran dan sembunyi-sembunyi agar tidak  ketahuan oleh guru atau orang tuanya, murid zaman sekarang justru merasa bangga jika bisa menampakkan kedekatannya dengan lawan jenis, bahkan justru merasa bangga mengunggah foto kemesraannya di media sosial. Murid zaman dulu merasa sungkan bila berbicara dengan gurunya karena merasa malu atau rikuh, berbeda dengan anak zaman sekarang yang malah ingin mengajak bercanda, dan menggoda gurunya.
Tingkah polah semacam inilah yang sering membuat para guru geleng-geleng kepala dan sekaligus ingin tertawa.

Kids Zaman Now atau yang disebut anak generasi z merupakan anak-anak digital, anak-anak yang lahir di era pesatnya teknologi, mereka sangat akrab dengan gawai dan produk digital lainnya, pandai menggunakannya tanpa harus diajari. Mereka bisa betah duduk berjam-jam memainkan gawainya tanpa mempedulikan lingkungan sekitar. Berbagai macam hiburan mulai dari  tontonan di Youtube, media sosial dan game online mampu menghipnotis mereka. Alhasil, mereka jadi kurang peka terhadap lingkungan dan malas membaca. Bahkan di sekolahpun mereka tidak betah harus duduk diam, mendengarkan pelajaran. Konsentrasinya mudah sekali buyar oleh hal-hal lain di luar pembelajaran.

Lalu, bagaimana menghadapi Kids Zaman Now  semacam ini?  Sebuah kemudahan, ataukah tantangan besar? Untuk bisa menjawab permasalahan ini, ada baiknya kita terlebih dahulu mengetahui bagaimana karakteristik kids zaman now ini.

Baca juga : Menjadi Guru di Era Digital

Ciri-ciri anak generasi Z atau anak-anak digital.

Saya pernah membaca sebuah tulisan seorang pakar Home Education, Dyah, W.S dalam bukunya yang berjudul Smart Mom untuk Generasi Smart, beliau menjelaskan bahwa pengaruh penting teknologi yang menjadi ciri anak-anak digital antara lain :

1.    Berorientasi visual dinamis.
Anak-anak digital lebih menyukai materi pembelajaran yang bersifat visual misalnya dalam bentuk video ataupun gambar dari pada bentuk teks.

2.    Suka melakukan aktivitas secara bersamaan (multitasking)
Jika anak-anak zaman dulu bisa betah duduk lama mendengarkan pelajaran, tidak dengan anak-anak digital, mereka terbiasa melakukan beberapa kegiatan sekaligus seperti mendengarkan pelajaran sambil menggambar, membaca sambil mendengarkan musik, bekerja sambil bermain game.  Sifat multitasking inilah yang membuat anak-anak zaman sekarang susah fokus

3.    Mencari informasi secara instan dan nonlinear (tidak berurutan)
Kebiasaan mencari informasi melalui website, anak-anak digital ini jadi lebih suka mencari informasi dengan cepat dan instan, tak mau membaca secara berurutan dari awal hingga akhir, mereka cenderung melakukan scanning dan skimming terhadap teks untuk menemukan informasi yang diperlukan.

4.    Sangat aktif dan terlibat.
Anak-anak digital kurang menyukai cara belajar yang pasif dan monoton, atau hanya duduk diam mendengarkan, mereka pasti akan cepat bosan. Mereka lebih suka aktif dan melibatkan diri pada materi-materi yang dipelajari.

5.    Suka membentuk jaringan.
Anak-anak digital kadang terlihat asik dengan dunianya sendiri tanpa mempedulikan sekitarnya, tapi sebenarnya mereka cukup sering bersosialisasi lewat sebuah jaringan pertemanan dengan memanfaatkan media sosialnya. Bahkan pertemanannya tidak hanya dalam satu kota atau negara saja tapi juga lintas negara. Kesamaan minat dan hobi yang mendekatkan mereka dalam sebuah komunitas tertentu.

6.    Ketergantungan terhadap teknologi.
Tanpa adanya listrik, gawai, dan internet, anak-anak digital ini bisa “mati gaya” mereka jadi malas melakukan apapun, menghabiskan waktu dengan banyak bengong ataupun tidur.

Bagaimana menjadi guru bagi kids zaman now?

Ketertarikan kids zaman now dengan teknologi  adalah sesuatu yang tak terhindarkan.  Perilaku generasi saat ini sedikit banyak dipengaruhi oleh konten yang mereka konsumsi sehari hari lewat produk-produk teknologi. Melihat betapa kuatnya pengaruh teknologi dalam membentuk perilaku anak-anak digital, maka sebagai gurupun tentunya harus mampu mengarahkan anak didik untuk menggunakan teknologi secara positif. Dalam ranah pendidikan, guru harus bisa  mencari metode ataupun pendekatan baru dalam proses pembelajaran, agar mudah diterima oleh anak-anak zaman sekarang yang memiliki ketergantungan tekonologi besar.  Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru zaman now antara lain :
1.    Melek teknologi dan informasi, serta cerdas dalam menggunakan media sosial sebagai sarana pembelajaran dan menggali informasi terkini agar pengetahuannya selalu up to date.
2.    Komunikasi yang baik dengan anak didik. Dengan komunikasi yang terjalin dengan baik antara guru dengan peserta didik akan membuat guru mengetahui permasalahan yang dialami oleh peserta didik baik yang berkaitan dengan proses belajar mengajar maupun permasalahan sosial peserta didik
3.    Mampu menanamkan nilai-nilai yang baik di tengah arus informasi yang sangat besar agar peserta didik dapat memilah dan memilih mana nilai yang sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat maupun dalam agama.

Sementara hanya ini yang bisa saya tuliskan, buat pembaca yang ingin menambahkan atau mengungkapkan pendapatnya,  silakan bisa ditulis di kolom komentar ya...

Wednesday, May 23, 2018

Pindang Tetel, Rawonnya Pekalongan

May 23, 2018 0 Comments


Selain megono, ada satu lagi kuliner khas yang kudu dicoba jika kamu singgah ke daerah Pekalongan. Namanya Pindang Tetel. Makanan ini mirip sekali dengan rawon, hanya saja ada keunikan lain yaitu disajikan dengan kerupuk usek. Kerupuk usek adalah kerupuk yang digoreng tanpa minyak, tapi menggunakan pasir.

Buat kamu yang penasaran  bagaimana cara membuat Pindang Tetel ini? Berikut resep lengkapnya :

Bahan :
- 1/2  kg daging sapi (daging, balungan, kikil)
- kerupuk usek

Bumbu Halus :
- 8 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 3 buah cabe merah
- 4 butir kemiri
- 1 sdt merica

Bumbu pelengkap :
- 3 ruas jari lengkuas
- 3 lembar daun salam
- 5 butir kluwek, haluskan 

Cara membuat :
1. Rebus daging sampai setengah empuk, buang busa dan kotoran yang ada di permukaan air.
2. Panaskan minyak, tumis bahan bumbu halus hingga harum, masukkan lengkuas, daun salam dan kluwek
3. Masukkan bumbu tumis ke dalam air rebusan daging. Rebus hingga bumbu meresap dan daging empuk, Jika sudah empuk, angakat daging dan potong kecil-kecil.
4. Sajikan bersama kerupuk usek dan beri irisan daun bawang.

Pengin tahu kuliner khas Pekalongan lainnya?  Silakan baca : Megono Pekalongan

Thursday, May 17, 2018

Megono Tempe Pekalongan

May 17, 2018 0 Comments


Megono, namanya mungkin terdengar unik, mirip dengan nama orang. Sebetulnya, ini adalah nama makanan khas daerah Pekalongan. Kalau teman-teman kebetulan singgah ke Pekalongan, belum lengkap jika belum mencoba makanan yang satu ini. Enggak perlu bingung, kemana harus mencari makanan ini. Makanan ini hampir selalu ada di warung-warung makan. Bahkan warung-warung tenda sepanjang jalan pun selalu menyediakan makanan ini.

Megono dibuat dengan bahan dasar cecek/gori/nangka muda yang dicacah halus kemudian diberi kelapa parut yang dibumbui khusus. Tak hanya nangka muda, ada beberapa variasi bahan dasar untuk megono, antara lain : kacang, rebung, ataupun tempe dan kubis/kol.

Kali ini saya ingin menuliskan resep Megono yang bahan dasarnya tempe dan kubis.

Bahan yang diperlukan :
- 1 papan tempe ukuan kecil iris tipis-tipis
- 1 butir kubis ukuran kecil, iris
- setengah butir kelapa parut (agak muda)

Bumbu uleg :
- 6 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 5 cabe rawit
- 1 sdt ketumbar
- 2 cm kencur
- 1 sdt terasi
- 1 sdt gula jawa
- garam secukupnya
Semua bumbu ini dihaluskan

Bumbu Pelengkap :
- 1 batang sereh, geprek
- 3 ruas jari lengkuas , geprek
- 2 lembar daun salam
- 3 lembar daun jeruk

Bumbu iris :
- 3 cabe merah
- 2 batang  bawang daun
- 3 siung bawang merah
- 1 batang daun kecombrang (skip bila tidak suka)


Step :
1. Campurkan kelapa parut dengan bumbu uleg, bumbu pelengkap dan bumbu iris
2. Setelah itu campurkan juga tempe dan kubis yang sudah diiris-iris, aduk rata
3. Kukus sampai matang.



Sunday, April 29, 2018

Tempe Kukus Sambal Kelapa, Makanan Ndeso Khas Pekalongan

April 29, 2018 0 Comments



Makanan ini terbilang simpel, engga ribet masaknya, dibuat dari tempe yang dikukus kemudian diberi sambal yang dicapur dengan kelapa parut. Lebih pas lagi jika dimakan bersama ikan asin dan  kerupuk. Saya menyebutnya "Tempe sambel klopo".
Dari saya kecil sudah terbiasa makan makanan ini, karena memang ini masuk daftar masakan favorit keluarga. Cara bikinnya simpel ya...

Bahan :
- tempe 1 papan, di resep ini aku pakai tempe kecil bungkus daun.
- kelapa agak muda diparut

Bahan Sambal :
- 5 buah cabe merah
- 5 buah cabe rawit
- 2 siung bawang merah
- 4 butir kemiri
- sedikit terasi 

Cara Membuat :

1. Kukus tempe
2. Semua bahan sambal dipanggang di wajan teflon, lebih enak lagi pakai piring dari tanah liat, uleg sampai halus.
2.  campurkan kelapa parut dengan sambal
3.  sajikan dengan tempe kukusnya




Tuesday, April 24, 2018

Sedang Liburan ke Kota Ini, Cobain Serabi Khasnya yang Lezat

April 24, 2018 0 Comments
Di antara berbagai macam kue khas Nusantara yang lezat, Serabi atau surabi adalah salah satu jenis gudapan yang mudah ditemui di mana saja. Uniknya, meski hampir semua kota memiliki jajanan basah ini, namun masing-masing daerah punya ciri khas serabinya masing-masing. Yang paling unik dan banyak diburu para pecinta kuliner adalah beberapa serabi berikut ini.

Kalau kamu sedang berburu promo tiket pesawat murah ke kota-kota ini, jangan lupa masukkan jadwal berburu serabi khasnya ya. Ssst, nggak semua berbahan tepung dan kelapa loh…

Kalau kamu sedang berburu promo tiket pesawat murah ke kota-kota ini, jangan lupa masukkan jadwal berburu serabi khasnya ya. Ssst, nggak semua berbahan tepung dan kelapa loh…

SOLO
sumber : pekanbaru.tribunnews.com
Rasanya nggak lengkap kalau ke Solo tapi tak mampir mencicip serabinya yang lezat. Di Solo, serabi terbuat dari tepung dan santan yang disajikan tanpa kuah. Makan selagi hangat, dan lembutnya adonan serabi Solo yang lumer di mulut pasti bikin ketagihan. Serabi yang pinggirannya tipis dan bagian tengahnya gendut dengan sisi cokelat di bagian bawah sementara atasnya berwarna putih ini biasanya dijual dengan atau tanpa topping. Jika suka yang original, maka pilihlah yang polos. Sementara kalau kamu suka yang agak modern, pilihan topping seperti meses atau nangka bisa jadi pilihan.

JAKARTA
sumber : wikipedia
Berpinggiran tipis dan berwarna hijau muda dan putih, serabi Jakarta yang terbuat dari tepung dan santan ini lebih dikenal dengan nama kue ape. Serabi khas Ibukota ini biasanya disajikan polos tanpa kuah atau kelapa. Meski sekilas penampakannya mirip dengan serabi Solo, namun rasa dari kudapan gurih legit ini berbeda dari serabi dari kota lainnya di Indonesia. Sudah pernah coba?

MINANG
sumber : banjarmasin.tribunnews.com
Berbeda dengan serabi khas Solo yang terbuat dari tepung dan santan, di Minang serabinya terbuat dari tepung dan tape singkong. Bentuknya pun berbeda, tebal bulat merata dan berwarna cokelat di kedua sisinya. Namanya pun unik, pinukuik, meski rasanya masih mirip dengan serabi di Jawa tapi rasa khas dari tapenya nggak akan bisa kamu lupakan. Bali

BALI


sumber :travel.tempo.co

Jajanan yang paling banyak diburu di Bali boleh saja pie susu. Tapi kalau bicara soal jajanan tradisional, serabi Bali nggak kalah lezat dari kue oleh-oleh khas Pulau Dewata lainnya.

Dikenal dengan nama Jaja Laklak, keunikan serabi dari Bali adalah warnanya yang sepenuhnya hijau. Bentuknya bulat tebal merata di seluruh sisi dan disajikan dengan kelapa parut yang kemudian disiram kuah gula merah nan legit. Rasanya, lezat! Apalagi kalau kamu mencicipnya kala masih hangat. Hmm, tiada duanya. Bikin banyak wisatawan kangen dan membeli promo tiket pesawat ke Bali hanya demi mencicip serabi ini.


Buat kamu yang punya agenda liburan ke “Pulau Dewata” ini, harus mencicipi  serabi Bali, tinggal beli tiket pesawatnya di https://www.traveloka.com/tiket-pesawat atau melalui agen perjalanan kepercayaan kamu. Siapa tahu ada promo tiket pesawat murah, jadi sisa budget untuk ongkos liburan kamu bisa digunakan untuk membeli lebih banyak serabi Bali.



AMBARAWA

sumber : youtube

Rasa dari serabi Ambarawa tidak jauh berbeda dengan Solo, namun bagian tengahnya lebih tipis dan disajikan dengan kuah. Warnanya pun berbeda, tidak hanya putih saja di bagian atasnya, namun berhias dengan warna hijau yang segar. Untuk menikmati makanan yang dikenal dengan nama serabi kucur ini, kamu akan disuguhi santan kental manis dan gula jawa yang legit. Cocok buat sarapan di pagi hari, dan cukup kenyang meski hanya habis beberapa potong.


BANDUNG

sumber : bintang.com
Bentuk dari serabi Bandung mirip dengan yang ada di Bali, namun warnanya putih. Yang membuat serabi khas Kota Kembang ini berbeda adalah topping yang menjadi pelengkapnya. Bukan gula ataupun santan dengan gula merah, serabi Bandung biasanya disajikan dengan topping oncom lalu disiram dengan kuah kinca. Hmm, penasaran kan bagaimana rasa serabi dengan topping oncom? Cari promo tiket pesawat murah kamu di sekarang juga. Dan cicipi jajanan unik ini.