Tuesday, October 31, 2017

Bangga Memakai Batik

October 31, 2017 0 Comments
Bicara tentang batik, siapa sih yang tidak kenal dengan batik? Sepertinya masyarakat di seluruh penjuru tanah air sudah sangat mengenal batik. Bahkan kini batik sudah terkenal di berbagai negara di dunia. Masyarakat internasional juga sudah mengakui bahwa batik merupakan warisan budaya yang memiliki nilai seni tinggi.

Sejak UNESCO menetapkan batik sebagai sebagai warisan asli budaya Indonesia, kini masyarakat semakin antusias mengenakan batik sebagai busana sehari-hari. Selain dipakai dalam acara resmi, kantor (pakaian kerja), batik juga sangat nyaman dipakai dalam acara-acara santai. Bahkan trend fashion saat ini pun banyak mengunakan batik sebagai bahan dasarnya.

Saat ini batik hadir dengan beragam corak dan motif, juga proses pembuatan yang semakin modern, membuat batik bisa bersaing dengan produk tekstil lainnya. Sejak ditetapkannya tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional, produsen atau pengrajin batik semakin giat memproduksi batik dengan berbagai macam corak, warna, motif maupun bahan dasarnya.

Alasan para penggemar kain batik menggunakan batik dalam busana sehari-hari adalah selain kainnya yang adem, warna yang bermacam-macam, juga karena batik selalu berinovasi denggan motif-motif terbaru yang selalu berganti-ganti. Batik bisa dibuat berbagai macam model baju disesuaikan dengan selera penggunanya. Harga batik juga relatif terjangkau oleh berbagai klangan, dari yang murah sampai yang berbandrol tinggi.

Salah satu daerah penghasil batik yang sangat terkenal adalah Pekalongan. Pekalongan menjadi sentra berbagai jenis batik, dari mulai batik klasik tradisonal hingga modern semua tersedia di sini.
Produk-produk batik Pekalongan yang bisa dijumpai antara lain, Batik Tulis, Batik Cap, Batik Printing, Batik Lukis, Batik Jumputan dan masih banyak lagi. Tidak hanya berupa kain yang dijual di sini tetapi produk baju batik pun sangat beragam dengan model yang chic, trendi dan gaul. Tidak hanya kalangan dewasa, anak-anak dan remaja pun bisa tampil modis dengan baju batik dari Pekalongan.

Buat teman-teman dari luar Pekalongan yang berminat dengan produk batik Pekalongan, kini tak perlu jauh-jauh datang ke Pekalongan, teman-teman bisa belanja murah dan enggak ribet dengan pesan produk Batik di Toko Online Vanya Rina. Teman-teman bisa add FB Vanya Rina, atau kunjungi Instagram vanya_rina_76, bisa juga lewat wa dengan nomor 085640854741. Teman-teman yang mau berbisnis juga bisa menjadi reseller kami

Monday, October 30, 2017

Macam-macam Sifat Takabur

October 30, 2017 0 Comments


Berhati-hatilah terhadap macam-macam sifat Takabbur (sombong) yg bisa menjerumuskan kita ke neraka
yakni :

1. Riya' Aktivitasnya merasa ingin dilihat org lain

2. Sum'ah Aktivitasnya merasa ingin didengar org lain

3. 'Ujub
Merasa bangga dgn kelebihan dirinya dlm hal rupa/wajah/ilmu.

4. Fakhr
Merasa bangga dgn kelebihan harta, & tahta yg dimilikinya

5. Ikhtiyal
Merasa ingin tidak tersaingi oleh org lain, dan ingin selalu tampil berbeda

6. Tasahhul Menganggap enteng org lain at meremehkannya.

7. Ananiyah
Egois/mementingkan diri sendiri./ tdk peduli

8. Syuhh
(kikir jiwa) dgn ciri2nya ada 5 :
▪ Selalu mengingat-ingat kelebihan/ kebaikan dirinya
▪ Mudah sekali melupakan kebaikan org lain terhadapnya
▪ Jika ia salah, tdk prnah mau minta maaf
▪ Jika org lain salah, tdk mau memberi maaf
▪ Org harus menuruti keinginannya, tapi dia tidak peduli dgn keinginan org lain.

Barangsiapa yg belum mengetahui ttg ini, mari sama2 kita saling mengingatkan satu sama lain, dan introspeksi diri. Mari kita berusaha dan berdo'a agar terbebas dari semua sifat2 tersebut.

Semoga menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat

Bertambah dan Berkurangnya Rezekimu, Semua Berasal Dari Allah

October 30, 2017 0 Comments

Ada seorang laki-laki miskin yang menjaga dan mengurusi ibu, istri dan anak-anaknya dan ia juga bekerja sebagai pembantu yang tulus dan menunaikan kewajibannya sebaik-baiknya di rumah majikannya.

Suatu hari ia absen dari pekerjaannya, maka majikannya berfikir untuk menambah gajinya satu dinar supaya tidak absen lagi, karena dia tahu pembantunya sangat membutuhkan uang untuk menghidupi keluarganya.

Dan memang benar, esok harinya ditambahlah gajinya satu dinar pembantunya tersebut tidak berkata sepatah kata-pun, dan juga tidak bertanya kepada majikannya tentang penambahan tersebut.

Beberapa lama kemudian, pembantunya tiba-tiba absen lagi maka majikannya marah besar, "sudah ditambah kenapa engkau tidak masuk kerja, saya akan mengurangi gajimu satu dinar yang sebelumnya telah aku tambahkan untukmu!", pembantunya hanya terdiam dan tidak berkata sepatah katapun.

Majikannya merasa sangat heran terhadap pembantunya ini, maka ia bertanya kepadanya : aku tambah gajimu engkau tidak bertanya kepadaku, kenapa gajiku ditambah, dan aku kurangi gajimu engkau juga tidak protes, kenapa gajimu aku kurangi ?

Maka pembantunya menjawab : pada waktu absen pertama, Allah memberikan karunia kepadaku seorang anak, sehingga aku tidak masuk kerja, ketika anda berikan tambahan gaji, aku-pun berkata : ini adalah rezeki Allah untuk anakku, datang bersama kelahirannya.

Pada waktu absen kedua, aku tidak masuk kerja karena ibuku meninggal, setelah itu, anda potong gajiku, akupun berkata : ini adalah rezeki Allah untuk ibuku, pergi bersama dengan kepergiannya.

Hikmahnya : Sungguh indah jiwa yang selalu menerima dan ridho dengan ketetapan Robb-nya dan tidak menyandarkan bertambah atau berkurangnya rezekinya kepada seorang manusiapun.

Ditulis oleh Ust. Abu Saad Rahimahullah.     

Sunday, October 15, 2017

Menjadi Guru di Era Digital

October 15, 2017 0 Comments
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tidak bisa dipungkiri sangat berdampak besar bagi hampir semua aspek kehidupan. Tak terkecuali dalam bidang pendidikan. Segala macam bentuk informasi dan pengetahuan bisa diakses dengan mudah oleh semua kalangan. Dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Bahkan balita di era modern sekarang ini pun sudah akrab dengan perangkat digital seperti HP, smartphone, ipad, netbook maupun laptop.

Dalam konteks pendidikan, perkembangan teknologi informasi dan komputer haruslah menjadi perhatian serius dan menjadi prioritas utama yang mendukung proses belajar mengajar. Pembelajaran tidak harus berkutat di dalam kelas, melainkan harus mulai memperkenalkan penggunaan media digital online. Apalagi saat ini pelaksanaan UJian Nasional sudah menggunakan basis komputer.

Di era serba modern saat ini, tantangan terberat guru adalah murid-murid yang sudah sangat pintar menguasai perangkat digital. Dengan mudahnya para murid mendapatkan berbagai macam informasi melalui perangkat digital yang terhubung internet. Guru, untuk saat ini bukanlah satu-satunya sumber informasi yang mereka butuhkan, sehingga jika guru masih menggunakan cara-cara konvensional dalam mengajar, murid-murid akan cenderung bosan.

Guru sebagai pelaku pendidikan, tidak boleh menutup mata dengan kemajuan teknologi digital yang berkembang dan harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Seperti kata pepatah : "anakmu bukan hidup di zamanmu, mereka tidaklah sama denganmu". Guru harus pintar memanfaatkan media digital sebagai bagian dari proses pembelajaran. Ketertinggalan guru dalam IPTEK akan menjadi bumerang yang akan mempengaruhi profesionalitas guru.

Bagaimana kiat-kiat menghadapi tantangan tersebut?

Pertama, guru harus mau melakukan perubahan besar (revolusi) dalam proses pembelajaran. Tidak hanya pembelajaran secara konvensional, pembelajaran berbasis digital juga harus mulai digunakan. Beberapa sekolah sudah mulai menerapkan konsep elearning dengan menyediakan portal pembelajaran yang bisa diakses melalui laptop siswa. Guru-gurunya juga sudah dibekali pelatihan menggunakan portal tersebut.

Kedua, guru harus meningkatkan kompetensi nya melalui pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mengikuti seminar, pelatihan, dan kegiatan lain yang menunjang pembelajaran berbasis digital

Ketiga, guru harus memanfaatkan media digital sebagai sarana berinteraksi dengan sesama komunitas guru juga dengan murid-muridnya melalui pembelajaran interaktif secara online, menggunakan facebook, twitter, blog maupun akun sosial media lainnya.

Keempat, yang lebih penting dari itu semua adalah guru harus bertindak sebagai pengontrol aktivitas sosial media yang dilakukan murid-muridnya, agar bisa meminimalisir dampak negatif yang mungkin terjadi dari penggunaan media sosial tersebut

Saturday, October 14, 2017

Ayam dan Balado Kentang

October 14, 2017 0 Comments
Pagi-pagi tadi waktu lagi ngupas kentang, terdengar suara seperti orang sedang melempar-lempar batu di kebun belakang...suara batu yang jatuh di dedaunan kering...aku intip dari balik pagar belakang..ternyata ada ibu-ibu sedang menghalau ayamnya dengan melempar batu supaya ayam itu pergi ke arah rumah si ibu.mungkin maksudnya menggiring si ayam biar pulang...sembari si ibu ini ngomel-ngomel dengan si ayam...
"Oalah yam...kamu ini dicari-cari dari kemarin sore kok gak ada ngertinya...gak tau pulang apa sudah lupa sama rumah kamu?"
Sambil terus menggiring si ayam.
"Cepetan pulang.tak kasih makan..kalo tau sudah sore itu mbok ya jangan main jauh-jauh!"
Aku senyum-senyum sendiri melihat aksi si ibu itu..
Asli lucu si ibu ini... Kalau mau marah-marah jangan sama ayamnya bu...mending bilang sama suami ibu suruh bikin kandang biar ayamnya gak kemana-mana..atau mending ayamnya dikasih ini aja bu..."Kentang Balado" pasti si ayam bakal suka dan gak akan main jauh-jauh lagi..jadi ibu gak perlu repot-repot nyari.. Kira-kira si ayam atau si ibuknya ya yang bakal nyomot kentang duluan?

Pare Sumpel

October 14, 2017 0 Comments
Pare, si pahit keriting ini jadi salah satu sayur favoritku. Jika biasanya pare diolah menjadi tumisan atau bahkan keripik. Ada cara lain untuk mengolah pare yaitu dengan membelah bagian tengahnya dan mengisinya dengan parutan kelapa yang sudah diberi bumbu.
Mengolah pare dengan cara ini cukup gampang lho ..
Bahan :
2 buah pare
1/2 butir kelapa yang agak muda, parut
Bumbu halus :
6 siung bawang merah
3 siung bawang putih
4 buah cabe rawit atau sesuai selera
1/2 sdt ketumbar
1 cm kencur
1/2 sdt terasi (boleh skip kalo gak suka)
Garam secukupnya
Bumbu iris :
2 buah cabe merah
1 tangkai bawang daun
1 tangkai sereh
Cara memasak :
1. Belah bagian tengah pare,keluarkan isinya
2. Campur jadi satu parutan kelapa dengan bumbu halus dan bumbu iris
3. Masukkan ke bagian tengah pare
4. Kukus sampai matang dan pare lunak.

Membantu Anak Mengatasi Emosi Negatifnya

October 14, 2017 0 Comments


Pernahkah Emak mengalami stress menghadapi tingkah laku anak yang tak mau menurut  dan susah dipahami apa maunya. Semua pembicaraan hanya menjadi perdebatan yang membuat Emak semakin pusing, merasa putus asa dan tak tahu bagaimana cara berbicara dengan mereka.

Saya yakin sebagian besar dari Emak pernah mengalaminya. Jika sudah demikian, apa yang Emak lakukan untuk menghadapi hal yang demikian?

Anak adalah anugerah yang Tuhan berikan kepada kita. Kehadiran mereka memberikan kebahagiaan yang begitu besar dalam sebuah perkawinan. Anak juga merupakan titipan yang harus kita jaga, kita rawat dan kita asuh agar menjadi seseorang yang membanggakan bagi orang tuanya, juga berguna buat lingkungan dan masyarakatnya.

Saat anak-anak bersikap manis dan menurut, tentulah Emak sangat bangga dengan mereka. Namun apa jadinya jika satu hari saja, anak-anak kita membuat ulah, susah diajak bicara, tak mau mendengarkan kita dan sikap buruk lainnya yang membuat pusing Emak. Sikap anak yang biasanya lucu mendadak jadi begitu menyebalkan. Tentulah hari itu menjadi hari yang sangat berat bagi Emak.

Sikap anak yang kurang baik dan susah diajak berkomunikasi, sebenarnya pertanda bahwa anak sedang mengalami sesuatu yang berat dan tak sesuai dengan keinginan hatinya. Hanya saja anak tidak tahu bagaimana mengungkapkan perasaannya tersebut.

Rasa marah,kecewa, frustasi,tertekan dan perasaan negatif lainnya seringkali dialami oleh anak-anak kita, jika keinginan dan harapan mereka tak terpenuhi. Pergaulan si kecil dengan teman-temannya, tugas-tugasnya di sekolah, cara orangtua berinteraksi dengan mereka, kadang membuat anak merasa tidak bebas melakukan apa yang dimauinya. Bukanlah hal yang mudah bagi anak menghadapi berbagai hal yang terjadi di luar diri mereka. Anak terkadang merasa tertekan dan pada akhirnya memunculkan emosi negatif pada diri anak.

Menghadapi sikap anak yang seperti itu, Emak harus pandai mengelola emosi agar sikap Emak tidak merugikan dan membuat anak semakin merasa tertekan.

Ada beberapa cara yang bisa Emak lakukan untuk membantu anak mengatasi perasaan negatifnya :

1.    Mendengarkan dengan penuh perhatian

Saat melihat anak kita marah, cobalah untuk mendengarkan mereka, biarkan anak mengungkapkan perasaanya kenapa dia marah. Anak akan lebih mudah mengungkapkan masalahnya kepada orang tua yang sungguh-sungguh mau mendengarkan. Orang tua bahkan tak perlu berkata apa-apa karena sebenarnya yang dibutuhkan anak adalah perasaan didengarkan.

2.       Tunjukkan perhatian dengan sedikit kata-kata

Anak akan sulit menerima jika dirinya disalahkan, diinterogasi atau dinasehati dengan panjang lebar. Sebagai contoh, ketika anak kehilangan mainan kesayangannya, dan dia melapor kepada orang tuanya, seringkali sebagai orang tua kita langsung memarahi anak karena tidak mengembalikan mainannya ke tempat semula. Sebenarnya anak akan merasa terbantu hanya dengan ucapan sederhana seperti :”Oh...",  "hmmm..."atau “begitu...”.

3.       Bantu anak untuk memahami apa yang dirasakannya dan menemukan apa nama perasaannya itu, misalnya dengan mengatakan: “Kamu pasti sedih ya kehilangan mainan itu?”atau ketika anak bertengkar dan marah dengan temannya, bantu anak mengungkapkan perasaannya dengan mengatakan : “Kamu pasti marah ya dengan temanmu itu?”.  Pernyataan seperti ini akan menunjukkan kepada anak bahwa kita memahami perasaan mereka. Untuk kemudian anak akan mencari sendiri solusi untuk mengatasi perasaannya. Orang tua tentunya juga harus membantu mengarahkan emosi negatif itu agar menjadi emosi yang positif.

Nah, sekarang Emak sudah tahu kan bagaimana membantu anak mengatasi emosi negatifnya.

Yang lebih penting adalah bukan sekedar kata-kata atau ucapan kita, sikap kita yang penuh perhatian dan tulus akan lebih membuat anak merasa nyaman dan bisa mengelola emosi negatifnya.