Sunday, October 15, 2017

Menjadi Guru di Era Digital

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tidak bisa dipungkiri sangat berdampak besar bagi hampir semua aspek kehidupan. Tak terkecuali dalam bidang pendidikan. Segala macam bentuk informasi dan pengetahuan bisa diakses dengan mudah oleh semua kalangan. Dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Bahkan balita di era modern sekarang ini pun sudah akrab dengan perangkat digital seperti HP, smartphone, ipad, netbook maupun laptop.

Dalam konteks pendidikan, perkembangan teknologi informasi dan komputer haruslah menjadi perhatian serius dan menjadi prioritas utama yang mendukung proses belajar mengajar. Pembelajaran tidak harus berkutat di dalam kelas, melainkan harus mulai memperkenalkan penggunaan media digital online. Apalagi saat ini pelaksanaan UJian Nasional sudah menggunakan basis komputer.

Di era serba modern saat ini, tantangan terberat guru adalah murid-murid yang sudah sangat pintar menguasai perangkat digital. Dengan mudahnya para murid mendapatkan berbagai macam informasi melalui perangkat digital yang terhubung internet. Guru, untuk saat ini bukanlah satu-satunya sumber informasi yang mereka butuhkan, sehingga jika guru masih menggunakan cara-cara konvensional dalam mengajar, murid-murid akan cenderung bosan.

Guru sebagai pelaku pendidikan, tidak boleh menutup mata dengan kemajuan teknologi digital yang berkembang dan harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Seperti kata pepatah : "anakmu bukan hidup di zamanmu, mereka tidaklah sama denganmu". Guru harus pintar memanfaatkan media digital sebagai bagian dari proses pembelajaran. Ketertinggalan guru dalam IPTEK akan menjadi bumerang yang akan mempengaruhi profesionalitas guru.

Bagaimana kiat-kiat menghadapi tantangan tersebut?

Pertama, guru harus mau melakukan perubahan besar (revolusi) dalam proses pembelajaran. Tidak hanya pembelajaran secara konvensional, pembelajaran berbasis digital juga harus mulai digunakan. Beberapa sekolah sudah mulai menerapkan konsep elearning dengan menyediakan portal pembelajaran yang bisa diakses melalui laptop siswa. Guru-gurunya juga sudah dibekali pelatihan menggunakan portal tersebut.

Kedua, guru harus meningkatkan kompetensi nya melalui pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mengikuti seminar, pelatihan, dan kegiatan lain yang menunjang pembelajaran berbasis digital

Ketiga, guru harus memanfaatkan media digital sebagai sarana berinteraksi dengan sesama komunitas guru juga dengan murid-muridnya melalui pembelajaran interaktif secara online, menggunakan facebook, twitter, blog maupun akun sosial media lainnya.

Keempat, yang lebih penting dari itu semua adalah guru harus bertindak sebagai pengontrol aktivitas sosial media yang dilakukan murid-muridnya, agar bisa meminimalisir dampak negatif yang mungkin terjadi dari penggunaan media sosial tersebut